Zakat Adalah Bukti Islam Mengajarkan Peduli Sesama

ZAKAT ADALAH BUKTI ISLAM MENGAJARKAN PEDULI SESAMA

Islam telah menetapkan zakat sebagai kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukunnya serta memposisikannya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Karena dalam pelaksanaan dan penerapannya mengandung tujuan-tujuan syar’i (maqashid syariat) yang agung yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat, baik bagi si kaya maupun si miskin. Di antara tujuan-tujuan tersebut adalah :

Pertama: Membuktikan Penghambaan Diri Kepada Allah ‘Azza wa Jalla Dengan Menjalankan Perintah-Nya.

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. al-Baqarah/2:43)

Zakat bukan pajak. Zakat adalah ketaatan dan ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang dilakukan oleh seorang Mukmin demi meraih pahala dan balasan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-Baqarah/2:277).

Kedua: Mensyukuri Nikmat Allah Dengan Menunaikan Zakat Harta Yang Telah Allah ‘Azza wa Jalla Limpahkan Sebagai Karunia Kepada Manusia.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim/14:7)

Membayar zakat adalah pengakuan terhadap kemurahan Allah, mensyukuri-Nya dan menggunakan nikmat tersebut dalam keridhaan dan ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Ketiga: Menyucikan Orang Yang Menunaikan Zakat Dari Dosa-Dosa.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. at-Taubah/9:103).

Keempat: Membersihkan Orang Yang Menunaikannya Dari Sifat Bakhil.

Al-Kasani rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya zakat membersihkan jiwa orang yang menunaikannya dari kotoran dosa dan menghiasi akhlaknya dengan sifat dermawan dan pemurah. Juga membuang kekikiran dan kebakhilan, karena tabiat jiwa sangat menyukai harta benda. Zakat dapat membiasakan orang menjadi pemurah, melatih menunaikan amanat dan menyampaikan hak-hak kepada pemiliknya.

Demikian banyaknya faedah dan hikmah pensyariatan zakat lainnya yang belum disampaikan, namun semua yang telah disampaikan diatas sudah cukup menunjukkan betapa penting dan bergunanya zakat dalam kehidupan individu dan masyarakat Islam.

Semoga ini bisa lebih memotivasi kita untuk menunaikannya. Apalagi bila melihat kepada manfaat yang akan muncul dari pensyariatan zakat ini.

Berikan sedekah terbaikmu bantu yatim, melalui :
BRI a/c 652701008133532
a/n Siti Nur Afifah

PANTI ASUHAN BAITUL YATIM
Membina Anak-anak Yatim/Piatu
Konfrm. Donasi Telp/SMS/WA Official: 0812-1919-0848

Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/BaitulYatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *